Gorontalo memiliki potensi aktivis konservasi yang peduli dengan segala isu-isu konservasi yang ada di Gorontalo dan sekitarnya. Pelajar maupun masyarakat umum memiliki berbagai wadah organisasi yang bergerak dibidang konservasi. Pengamatan burung liar pada habitatnya merupakan salah satu kegiatan yang mulai diminati oleh para aktivis konservasi di Gorontalo. Burung merupakan salah satu indikator lingkungan yang dapat menjadi tolok ukur kesehatan ekosistem. Burung memiliki persebaran yang luas pada berbagai habitat seperti hutan tropis, hutan mangrove, sungai, pantai, bahkan daerah perkotaan. Pemantauan keragaman burung dapat menjadi “alarm” yang efektif dalam membaca perubahan ekosistem.Burung Indonesia menginisiasi kegiatan “Gorontalo Bird Walk”, sebagai ajang mengenalkan program Bird Around Us (BArU) pada masyarakat urban di Kota Gorontalo. Sasaran kegiatan ini adalah pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan pegiat konservasi yang ada di Gorontalo. Selanjutnya, pelaksanaan GBW diharapkan dapat diselenggarakan secara mandiri oleh para aktivis pengamat burung Gorontalo. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang tepat untuk merapatkan barisan dan mempercepat perkembangan aktivitis pengamat burung di Gorontalo. Pengamat burung diharapkan dapat memberikan sumbangan data dan menjadi barisan terdepan yang menangkap “alarm” perubahan ekosistem khususnya di Gorontalo dan sekitarnya.Dalam rangka Merayakan Keragaman Burung di Indonesia (MKBI) 2018, Burung Indonesia dan Universitas Negeri Gorontalo berkolaborasi untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Acara dikemas dalam bentuk pengamatan burung, pembuatan sketsa, hunting foto burung dan dialog publik. Kegiatan MKBI dilakukan di Kampus Universitas Negeri Gorontalo tanggal 2 September 2018.