LPPM

Pendirian Lembaga Penelitian diawali dengan Nama Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) yang terbagi atas Unit Penelitian dan Unit Pengabdian pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP). Selanjutnya dengan adanya Keputusan Presiden RI No 19 tahun 2001 tentang pengalihan status STKIP Gorontalo menjadi IKIP Negeri Gorontalo disertai dengan surat keputusan Menteri pendidikan nasional RI No 140/0/2001 tanggal 5 September 2001 tentang organisasi tata kerja (OTK) IKIP Negeri Gorontalo maka terbentuklah Lembaga Penelitian (LEMLIT) IKIP Negeri Gorontalo. Setelah itu diperbaharui lagi dengan adanya Keppres RI No 054/2004 tentang peralihan status IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) serta Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 10 tahun 2005 tentang organisasi dan tata kerja (OTK) Universitas Negeri Gorontalo. Lembaga Penelitian Universitas Gorontalo didirikan sebagai unit kerja yang mengkoordinasikan semua kegiatan penelitian di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta di samping memanfaatkan pendanaan kompetitif dari Dikti, BPPT/Menristek dan LIPI.

Tujuan Umum :

Meningkatkan kualitas aktivitas dan hasil riset yang inovatif,profesional dan kompetitif sebagai solusi alternatif dalam memecahkan masalah IPTEKS-Bud, kemasyarakatan dan pembangunan secara komprehensif dan integratif.

Tujuan Khusus :

Memacu motivasi Sivitas Akademika UNG untuk menjadikan aktifitas riset sabagai perilaku dan budaya akademik.Mendiseminasikan hasil-hasil riset kepada pihak pemerintah daerah,masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkenaan dengan hasil-hasil riset.Melakukan reorientasi yang inovatif terhadap perkembangan model-model dan strategi penelitian.Memperoleh feedback untuk meningkatkan kualitas penelitian menuju aktifitas riset yang inovatif bagi peningkatan mutu Universitas Negeri Gorontalo sebagai Civilization University.

Di UNG, setidaknya hingga akhir tahun 2015, fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih dilaksanakan oleh dua lembaga yang terpisah, yaitu Lembaga Penelitian (LEMLIT) dan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM). Tahun 2016, dilakukan penyesuaian organisasi dan tata kerja (OTK) UNG, menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Gorontalo. Peraturan dimaksud menetapkan bahwa fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Oleh sebab itu, rumusan rencana strategis penelitian dan pengabdian masyarakat mesti disesuaikan dan dikaji kembali. Penyesuaian renstra LPPM 2015-2019 ini dipandang strategis, dalam rangka penyesuaian rencana dalam menyelenggarakan dan melaksanakan program di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG dapat ditinjau dari rentang waktu capaian 2010 s.d 2014. Beberapa catatan penting terhadap capaian Lembaga Penelitan UNG 2010-2014, antara lain adalah Status LEMLIT UNG sebagai Perguruan Tinggi Peringkat Utama dalam pengelolaan penelitian. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Laporan Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi bulan Mei 2014, yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Landasan pemeringkatan dimaksud adalah hasil analisis kinerja penelitian periode 2010-2012. Satu tingkat paling tinggi di atas utama adalah peringkat ”Mandiri”, dimana perguruan tinggi memiliki kewenangan sepenuhnya untuk pengembangan pengelolaan dan pendanaan penelitian.

Sejak dari peringkat ”binaan” ketika itu, LEMLIT UNG telah banyak melakukan terobosan, mulai dari program peningkatan jumlah dosen peneliti, tema penelitian dan publikasi ilmiah serta inovasi pengelolaan penelitian bekerjasama dengan Pustikom UNG. Hasilnya, kinerja penelitian UNG di peringkat utama dengan dua bintang emas. Hal ini bermakna bahwa kinerja penelitian pada komponen luaran penelitian (LP), UNG memperoleh nilai yang lebih rendah daripada rata-rata nasional; tetapi nilai untuk komponen sumber daya (SD), manajemen penelitian (MP), dan Revenue Generating (RG) sedikit di atas rata-rata nasional. Kekuatan utama UNG ada pada nilai komponen MP; dimana kriteria setiap komponen penilaian meliputi komponen MP (bobot 20%), LP (35%), SD (30%), dan RG (15%).

Kekuatan UNG pada komponen MP ditunjang oleh kinerja manajemen berbasis teknologi informasi (simlit.ung.ac.id); mengalahkan lembaga penelitian Universitas Negeri Semarang (UNES) dengan peringkat Madya dua bintang emas, Universitas Negeri Makasar (UNM), Tadulako, dan Haluoleo, dengan peringkat Madya satu bintang emas.

Kini, tantangan terhadap realitas kemajuan LEMLIT UNG setidaknya disandarkan pada upaya menjadikan UNG sebagai kampus yang unggul di bidang riset, inovasi dan penggalian potensi budaya. Realitas tantangan ini menghendaki pembenahan dan perencanaan serius pada aspek LP, SD dan RG; terutama berkenaan dengan pengembangan produktivitas riset unggulan dan pengembangan kuantitas dan kualitas riset yang kompetitif dan dibiayai oleh lembaga donor atau melalui Hibah Desentralisasi dan Kompetitive Nasional Dikti.

Pembenahan dan perencanaan serius dimaksud harus dimulai dengan menyusun kembali topik riset unggulan UNG. Dari sembilan topik riset unggulan pada RIP 2011-2014, meliputi: (1) pengembangan model pendidikan berbasis pembentukan karakter; (2) mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan hidup; (3) ketahanan pangan melalui strategi pengolahan hasil dan pemberdayaan masyarakat; (4) pengembangan komoditas unggulan berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK); (5) Biodiversitas dan energi terbarukan; (6) pengembangan nilai-nilai kearifan lokal dengan mengatasi problem sosial dan hukum; (7) pengembangan budaya lokal dalam rangka pembentukan karakter; (8) kesehatan masyarakat; dan (9) strategi pemberdayaan potensi daerah melalui penciptaan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Didasarkan pada pertimbangan produktifitas riset sepanjang tahun 2010-2014, maka topik riset unggulan kesembilan dominan menjadi tema dan substansi riset dosen di UNG. Karena itu, Tim Akreditasi DP2M Dikti menyarankan agar Topik Riset Kesembilan dimaksud, menjadi Tema Riset Unggulan UNG, untuk tahun mendatang.

DOWNLOAD HASIL RISET DOSEN PENELITIAN DAN PENGABDIAN

Informasi

Tanpa Gambar

16 April 2018

Be Number One

Tanpa Gambar

21 Desember 2017

Biologi Expo

Tanpa Gambar

7 Agustus 2017

Buka Puasa Bersama

Agenda

24 April 2018

Be Number One

Lomba rengking 1 tingkat SMA se provinsi Gorontalo

8 - 10 April 2018

Asesmen Lapangan Borang PS

Tim asesmen Lapangan akan memeriksa langsung seluruh dokumen borang PS